Dalam dunia pembuatan website berbasis WordPress, dua nama yang paling sering dibandingkan adalah Kadence dan Elementor. Keduanya menawarkan cara cepat membuat halaman profesional tanpa kemampuan coding. Meski begitu, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang penting dipahami sebelum Anda memilih. Artikel ini membahas perbedaan antara Kadence dan Elementor, sekaligus menyorot beberapa keunggulan penting dari Kadence.

1. Pendekatan Pembangunan Website
Kadence
Kadence bukan sekadar page builder. Ia adalah theme + block builder yang mengoptimalkan Gutenberg. Artinya, Anda membangun halaman langsung dengan native WordPress editor, sehingga performanya jauh lebih ringan dan cepat.
Elementor
Elementor sepenuhnya mengandalkan builder visualnya sendiri. Tampilannya fleksibel, namun sistem ini memberi lapisan tambahan yang cukup berat karena tidak berjalan native dengan WordPress.
2. Performa dan Kecepatan
Kadence
Kadence dikenal sangat ringan. Struktur kodenya bersih, minim script tambahan, dan memanfaatkan Gutenberg yang terus dikembangkan oleh WordPress. Hasilnya, website lebih cepat, skor PageSpeed lebih tinggi, dan SEO lebih stabil.
Elementor
Elementor memiliki fleksibilitas tinggi, tetapi sering memuat script berlebih. Tanpa optimasi tambahan, nilai kecepatan biasanya lebih rendah dibandingkan Kadence.
3. Fleksibilitas Desain
Kadence
Kadence memberi fleksibilitas yang cukup untuk kebutuhan modern: header builder, footer builder, global colors, global typography, serta pre-built starter templates. Semua dapat dikustomisasi tanpa membebani performa.
Elementor
Elementor unggul dalam desain detail. Drag-and-drop-nya memungkinkan kontrol penuh hingga level pixel. Cocok untuk desainer yang ingin tampilan sangat spesifik.
4. Kebutuhan Hosting dan Sumber Daya
Kadence
Karena ringan, Kadence tidak membutuhkan hosting mahal. Shared hosting standar pun sudah cukup untuk performa yang baik.
Elementor
Karena lebih berat, Elementor bekerja lebih stabil di hosting menengah ke atas. Pada hosting murah, performa bisa menurun.
5. Kompatibilitas Jangka Panjang
Kadence
Karena berbasis Gutenberg, Kadence mengikuti roadmap resmi WordPress. Hal ini menjadikannya pilihan berkelanjutan, terutama karena WordPress sedang mendorong Full Site Editing dan block-based ecosystem.
Elementor
Elementor akan tetap populer, namun ia berjalan di luar sistem inti WordPress. Hal ini membuatnya lebih tergantung pada optimasi plugin pihak ketiga.
6. Kemudahan Maintenance
Kadence
Update ringan, minim konflik plugin, dan struktur Gutenberg membuat website lebih mudah dirawat dalam jangka panjang.
Elementor
Kadang update dapat memicu error pada layout karena builder memiliki sistem kompleks.
Kesimpulan: Mana yang Harus Dipilih?
Jika tujuan Anda membuat website cepat, ringan, stabil, SEO-friendly, dan hemat biaya hosting, maka Kadence adalah pilihan strategis. Ia memanfaatkan ekosistem resmi WordPress sehingga lebih sustain untuk jangka panjang. Elementor tetap kuat untuk desain sangat spesifik, tetapi membutuhkan resource lebih besar.
Untuk kebanyakan bisnis, landing page, UMKM, agensi, hingga e-learning, Kadence menawarkan keseimbangan terbaik antara performa dan fleksibilitas.




